I'm having an incredible journey, and it's going superfast.
aku mencandu segala hal yang manis, terutama dirimu.
seperti madu di ujung lidahku, kecupanmu terasa manis.
menghangatkan sekujur tubuhku dengan rona malu.
seperti tiga sendok gula untuk tehku.
entah sejak kapan, hariku tak lagi lengkap karena kehadiranmu.
jadi maaf, jika aku seperti tidak tahu malu mengakui ini di hadapanmu.
tapi sungguh, aku teramat membutuhkanmu.
butuh sekian lama waktu untuk menyadari ini, tapi sekarang aku benar-benar percaya.
hanya kamu yang kumau. hanya kamu yang mampu membuatku merindu.
katakan, apa jawabmu?
harus berapa lama lagi bibirku mengering karena menahan diri membisikkan cinta untukmu?
Hatiku memiliki hukum dan peraturan sendiri
Dan aku tidak bisa berbantahan dengannya
Hatiku memiliki alasannya sendiri yang tidak diketahui oleh akal sehat
Dan kini aku mendidih di dalam kebisuan
Sekarang aku luluh lantak
Tidak ada jawaban juga merupakan jawaban.
— Adellina S.
Kelelahan yang dirasakan akibat kerinduan yang amat tidak berbelas kasihan sehingga hampir terasa tidak sadarkan diri, seolah aku gagal menyadari bahwa air yang kuminum itu asin, selalu asin.
Maybe there’s nothing more to say, and in a funny way I’m calm. Because the power is not mine, I’m just going to let it fly.
At some point I’ll realize that I have done too much for someone. That the only step to do is to stop. Leave him alone. Walk away. It’s not like I’m giving up, an it’s not like I shouldn’t try. It’s just that I have to draw the line of determination from desperation. What’s truly mine will eventually be mine, and what’s not, no matter how hard I try, will never be.